Taman Laut Wakatobi

Jika ditanya destinasi bahari yang paling indah di Indonesia, mungkin nama Wakatobi akan spontan terucap dari mulut Anda. Ya memang sulit sekali mengingkari kecantikan mutiara yang mengapung di Laut Banda ini. Airnya yang biru begitu bening berpadu dengan pasir putih yang halus. Wakatobi yang ditetapkan menjadi taman laut sejak tahun 1996 ini juga menjadi tempat tinggal 3.000 spesies ikan dan 600 jenis koral dunia. Terdapat 750 spesies karang dari jumlah 850 spesies di dunia berada di taman laut terluas di Indonesia ini. Dengan kata lain Wakatobi memiliki keanekaragaman hayati yang hampir lengkap.

Istimewanya lagi airnya yang jernih membuat daya tembus penglihatan underwaternya mencapai 30 meter. Anda bisa melihat keindahan bawah lautnya yang beragam mulai dari datar, slope, pinnacle hingga wall. Tak lupa, kepulauan ini memiliki beberapa atol yakni sebuah pulau karang yang biasanya berbentuk cincin dan di bagian tengahnya terdapat cekungan atau laguna. Salah satunya adalah Kaledupa yang menjadi atol terpanjang di dunia dengan panjang 48 km. Ini yang membuat UNESCO menjadikan Wakatobi sebagai cagar Biosfer dan dilindungi oleh berbagai instansi pemerintah serta masuk dalam World Network Biosphere Reserve (WNBR) sejak 11 Jili 2012. Begitu mengesankan bukan? Maka tak heran jika Wakatobi menjadi destinasi yang paling digemari oleh para penyelam dalam maupun luar negeri.

Wakatobi sebenarnya adalah gugusan kepulauan yang berada di propinsi Sulawesi Tenggara. Banyak yang tidak tahu jika nama ini adalah singkatan dari nama-nama pulau besar yang ada di sana yakni Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko mewakili 35 pulau lainnya di perairan ini. Keempat pulau tersebut memiliki daya tarik tersendiri. Misalnya saja Pulau Wangi-wangi atau Wanci yang menjadi pintu gerbang menuju Taman Laut Wakatobi. Pesona bawah laut pulau ini luar biasa, megah dan memiliki 35 persen spesies ikan laut di dunia.

Sementara Pulau Tomia terkenal dengan coral triangle atau kawasan segitiga terumbu karang yang meliputi Indonesia, Filipina, dan Kepulauan Solomon. Tomia merupakan pulau terkecil di gugusan kepulauan Wakatobi namun kaya akan keanekaragaman terumbu karang dan biota laut lainnya. Spot terbaik melihat sunset ada di pulau ini yakni di Puncak Tomia.

Dan yang terakhir adalah Binongko yang tak kalah cantiknya dengan pulau-pulau yang lain. Namun sayang aksesnya yang sulit dijangkau menjadikannya pulau yang paling jarang dikunjungi. Jika ingin wisata yang menantang, cobalah datang ke pulau ini. Kebanyakan warga di pulau ini adalah pengrajin besi sejak turun temurun. Dari sinilah asal mula kepulauan Wakatobi dahulunya memiliki julukan Kepulauan Tukang Besi. Selain empat pulau tadi, ada juga pulau Runduma dan Pulai Anano. Keduanya merupakan rumah bagi penyu untuk menetaskan telur mereka.

Nama Wakatobi sudah cukup populer, oleh karena itu untuk mencari penginapan juga tak sulit. Anda bisa memilih hotel atau resort yang nyaman dan berhadapan langsung ke pantai. Atau jika ingin yang lebih terjangkau bisa menginap di rumah-rumah penduduk dengan tarif sekitar ratusan ribu. Kebanyakan pengunjung menginap di pulau Wangi-wangi, namun di beberapa pulau juga menyediakan penginapan seperti Kaledupa dan Tomia.

Aktivitas

Diving, snorkling dan melihat lumba-lumba

Setidaknya Wakatobi memiliki 40 titik penyelaman di perairan Wakatobi. Kedalaman laut di perairan ini bervariasi, bahkan bagian terdalamnya mencapai 1 kilometer. Sementara untuk lokasi snorkeling, ada beberapa spot yang paling direkomendasikan yakni di sekitar pulau Tomia, Pulau Hoga dan pulau kecil di dekat kaledupa. Waktu terbaik untuk melakukan diving dan snorkeling di Wakatobi adalah pada bulan Oktober hingga Desember. Pengunjung bisa menikmati taman laut yang indah. Anda bisa bertemu dengan ikan napoleon yang ukurannya cukup besar, kelinci laut, ragam binatang laut dan ragam karang.

Mengunjungi suku Bajoe

Berkunjung ke permukiman suku Bajoe Sampela akan menjadi suatu pengalaman yang menarik. Suku yang dikenal dengan sebutan masyarakat laut ini terletak di Pulau Keledupa. Mereka mendirikan perkampungan di atas laut dan dahulunya hidup nomaden. Masyarakat suku ini rata-rata adalah nelayan yang mencari ikan dengan cara tradisional. Ikan tersebut juga dijual ke penduduk setempat atau perkampungan terdekat dari tempat tinggal mereka. Warga suku ini pun sudah terbiasa dengan kunjungan wisatawan yang ingin mengenal lebih jauh tentang asal usul, pola hidup, adat, seni, dan budaya trasional suku Bajoe.

Singgah di Benteng Patua

Benteng Patua terletak Dusun Kollo Patua, pantai Tomia. Benteng yang sudah berdiri sejak abad ke-18 ini berada 100 meter di atas permukaan laut. Berdiri di posisi tertinggi benteng ini adalah yang diincar pengunjung karena pengunjung dapat menyaksikan indahnya Laut Banda yang biru dan jernih serta pulau-pulau yang eksotis. Di kawasan benteng ini juga terdapat makam keramat dan rongga rahasia yang merupakan jalan masuk menuju hutan. Dinding rongga berwarna cerah dan panjangnya hanya 10 meter saja.

Mengunjungi Hutan Bakau

Tak hanya cantik, pantai-pantai di Wakatobi juga dilindungi oleh hutan bakau. Hutan Bakau yang terbesar ada di Pulau Kaledupa dan tersebar di beberapa wilayah seperti kelurahan Laulua, Desa Langge, Desam Sombano, Desa Buranga, Desa Balasasuna, Desa Haruo dan Desa Tampara. Hutan bakau ini sangat luas sekaligus menjadi tempat tinggal beberapa fauna seperti kepiting, ikan, kerang, dan burung pipit.

Menuju Lokasi

Untuk berwisata ke Wakatobi bisa melalui udara dan laut. Untuk tranportasi udara, Anda harus ke Makassar dulu kemudian melanjutkan penerbangan ke Bandara Matahora di Wangi-wangi atau dari penerbangan Kendari ke Wakatobi. Jika Anda memilih perjalanan laut, Anda bisa menggunakan kapal laut dengan rute Kendari menuju Bau-bau kemudian ke Wanci atau Kendari ke Wangi-wangi. Dari wangi-wangi pengunjung bisa mulai menjelajah pulau-pulau di perairan ini dengan speed boat atau kapal kayu.

Hotel dan Akomodasi terdekat

Next
Prev
(Image Source: Flicker and or Google Places API. Term and Condition referred to Flicker and Google Places API)