Danau Kelimutu

Pernah melihat uang pecahan Rp. 5.000 yang beredar di era tahun 1992? Desain dalam mata uang tersebut menggambarkan sebuah spot unik yang berada di Pulau Flores. Di sana nampak tiga buah danau berwarna hitam, biru dan merah yang tak lain adalah Danau Kelimutu. Konon perubahan warna ini juga disebabkan nuansa mistik di dalamnya. Apapun itu, Danau Kelimutu adalah panorama indah yang menjadi magnet pengunjung untuk dapat ke tempat tersebut.

Danau Kelimutu adalah danau yang berada di puncak gunung Kelimutu dengan ketingguan 1.631 meter di ata permukaan laut. Gunung ini juga termasuk dalam wilayah Taman Nasional Kelimutu yang berada di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Nama Kelumutu juga merupakan gabungan dari dua kata yakni "keli" yang berarti gunung dan "mutu" yang berarti mendidih. Hal ini karena Gunung Kelimutu termasuk ke alam salah satu gunung berapi yang masih aktif dan masih terus bererupsi. Danau ini pertama kali ditemukan oleh Van Such Telenyang pada tahun 1915. Kemudian mulai dikenal masyarakat luas setelah Y. Bouman menulis tentang pesona danau tiga warna ini pada tahun 1929.

Danau Kelimutu memiliki kemiringan hampir 70 derajat oleh karena itu dibuat jalan mendatar setapak dengan pagar besi untuk tempat menikmati keindahannya. Danau tampak begitu megah karena dikelilingi tebing setinggi 50 hingga 150 meter. Belum lagi tenangnya air ketiga danau seluas 1.051.000 meter persegi begitu memanjakan mata.

Di balik megahnya dan cantiknya, ketiga danau yang dapat berubah warna ini memiliki cerita mistis. Bagi masyarakat etnik Lio, danau Kelimutu dianggap sakral karena disebut juga dengan nama kampung arwah. Masyarakat percaya jika danau yang pertama dihuni oleh roh atau jiwa orang tua yang telah meninggal. Kemudian danau kedua adalah tempat bersemayamnya jiwa muda-mudi dan yang ketiga dihuni oleh arwah orang jahat. Setiap pegantian warna danau diyakini sebagai pertanda kehidupan masyarakat tersebut seperti pertanda akan datangnya musibah di sekitarnya maupun di Indonesia.

Terlepas dari mitos yang ada, para ilmuan dan peneliti mengungkapkan bahwa perubahan warna tersebut disebabkan oleh kandungan kimia di dalamnya. Di antaranya yakni garam besi dan sulfat, tekanan gas aktivitas vulkanik, mineral lainnya dan sinar matahari yang menjadi faktor perubahan warna air Danau Kelimutu.

Taman Nasional Kelimutu juga memiliki jenis burung langka yang bernama Garugiwa. Uniknya karena burung ini memiliki 15 macam suara yang berbeda-beda. Meski begitu, wujud burung ini jarang sekali terlihat dan biasanya berkicau pada saat tertentu saja. Berdasarkan temuan terbaru, jumlah populasi burung ini tak lebih dari 20 ekor dan tidak bisa ditemukan lagi di tempat lain.

Waktu terbaik untuk menikmati panorama Danau Kelimutu adalah pada pagi hari. Hal ini mengingat kabut yang biasanya datang dan menutupi paras tiga danau cantik ini ketika siang dan sore hari. Meski tak terlalu tinggi, tapi suhu di lokasi danau cukup sejuk berkisar 10-15 derajat celcius. Jadi siapkan baju hangat jika ingin nyaman menikmati keindahan Danau Kelimutu.

Aktivitas

Pengunjung bisa menikmati dan mengabadikan cantiknya ketiga kawah yang dikelilingi dengan hutan pinus yang lebat serta tumbuhan paku yang langka. Aktivitas lain yang bisa dilakukan di kawasan danau Kelimutu adalah singgah rumah adat masyarakat flores yang terletak di Wolowaru. Rumah tempat penyimpanan benda sakral dan rangka tulang nenek moyang masyarakat Flores ini berada di panggung dengan disanggah kayu besar yang sangat kuat. Bentuk atapnya kerucut dan cukup tinggi.

Bagi pengunjung yang ingin melepas lelah bisa mengunjungi wisata air panas yang lokasinya tak jauh dari pintu masuk Taman Nasional Kelimutu. Ada beberapa tempat berendam air panas di sana. Bagi para pecinta sejarah, wajib hukumnya berkunjung ke Rumah Pengasingan Bung Karno tak jauh dari lokasi Taman Nasional Kelimutu. Di rumah yang kini beralihfungsi sebagai museum ini menyimpan koleksi milik Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno. Ada foto keluarga, foto pribadi Bung Karno, barang keramik, tongkat berkepala monyet, lukisan, tempat tidur dan masih banyak lagi yang lainnya. Terdapat juga sebuah ruangan semedi atau tempat sembahyang serta sumur Bung Karno yang masih terjaga hingga sekarang.

Menuju Lokasi

Untuk menuju Danau Tiga Warna Kelimutu, pengunjung bisa menempuh perjalanan dari kabupaten Ende menuju Kampong Moni selama 45 menit menggunakan mobil atau motor pribadi atau menumpang bus Maumere yang melewati Desa Moni. Dari Desa ini pengunjung tinggal berjalan kaki sepanjang 15 kilometer menuju Danau Tiga Warna Kelimutu. Untuk menikmati kecantikan danau ini pengunjung hanya dikenakan biaya sebesar Rp. 2.000 saja.

Hotel dan Akomodasi terdekat

Next
Prev
(Image Source: Flicker and or Google Places API. Term and Condition referred to Flicker and Google Places API)